Rabu, 05 Desember 2012

COFFEE TEA LOVE



Ketika hujan menjadi penghalang, seduhan hangat kopi dan teh menjadi salah satu pilihan. Pilihlah diantara COFFEE atau TEA yang akan kau jadikan sebagai teman. Dan ketika kau tak bisa memilih keduanya, ramu lah menjadi satu  dan kemudian mereka akan mewarnai harimu dengan cerita indah, lembut, dan sedikit goresan luka ditiap sudutnya. Tangis, Tawa, Haru Biru, dan Sentuhan Pedihnya terangkai dalam satu cerita yang menyingkap ketulusan saling memaafkan dan memahami.

pertama dan pesimis

Kali ini aku memberanikan diriku untuk mengirimkan sebuah naskah yang disertakan mengikuti sebuah lomba. Lomba yang menurutku sangat bergengsi. Tapi, sayang sekali, rasa pesimisku muncul ketika membaca judul-judul naskah cerpen fiksi, non-fiksi, dan puisi yang juga dikirimkan oleh peserta lain.
Bukan apa-apa, hanya rasanya kepercayaan diriku yang dulu susah payah ku bangun langsung berubah dalam sekejap. Ah, betapa hebatnya mereka, begitu pikirku. Dan pikiranku masih berbicara bahwa aku belum seberapa dibanding mereka.

Selasa, 04 Desember 2012

dear

Aku memandang layar didepan mataku, rasanya ada yang menusukku.
Dadaku terasa sesak, tercekat perlahan, terdiam menatap semua ilusi.
Tak pernah terasa seperti ini. Diam dan menahan sesak didada.
Lalu entah darimana air mata itu jatuh. Yang ku rasa hanya dada ku sesak.
Sebuah goresan besar terukir disana.

JIKA BISA

Waktu terus berputar cepat
Meninggalkan sisa kenangan
Meleburkan tangis mencekat
Melumpuhkan dendam tertahan

Sabtu, 01 Desember 2012

Pergilah

Suara gemuruh dibalik awan petang
Membuka cakrawala dalam angan
Resah menjadi kekuatan keabadian
Membuat jendela hati terbuka tenang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...