Tampilkan postingan dengan label coret-coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coret-coret. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2022

Senada Tanpa Makna

Senada tanpa makna

Sehidup tanpa rasa

Seribu  tanya tanpa jawab


Elegi hati membuncah

Serasa beriak tanda pecah

Deru rasa menjarah

Meniup pergi seluruh kilah

Kamis, 16 Juni 2022

Hai 2022

 Alohaa lohaaaa~

MasyaAllah, meskipun ditinggal lama tp blog ini masih banyak yang ngunjungin ya. Terima kasih banyak buat yang pernah mampir atau tersesat di blog ini, semoga makin sering tersesat di sini yaa.. muehehehheh 😜

Btw ini header Blog gue baru ya gaess, sementara pake header abal2 ini dulu, ntar kalo gue ada waktu baru deh update lagi header yang ciamik. Header yang lama ga tau kenapa jadi error gt, padahal dulu gue bikinnya bener2 pake coding loh meskipun cuma pake dreamweaver, wakakakkak 😆

Akhirnya gue coba buat balik lagi ke sini setelah di tahun 2019 kemarin sok2an mau nulis lagi tapi nyatanya malah ambyar, wakakakk. Semoga kali ini beneran istiqomah ygy, doain yaaakk.. 😍

Oiya, makin ke sini orang-orang udah pada males baca ya, lebih banyak yg seneng nonton deh kayaknya. Youtube mulai rame dengan konten kreator baru, tapi kayaknya blogger ga ada tuh ya yang baru ( ._.)>

Padahal kan sebelum youtube booming, banyak banget yang berawal dari blog. Agak sedih sih ya, tapi ya namanya juga jaman makin berkembang kan yak harus ngikutin pasar dong kalo mau survive, betul kan jamaah??? Yah pokoknya mah sekarang mau ngonten apa aja mah silakan, selama masih dibatas kewajaran sih oke2 aja ya kann..

Baiklah, karena setelah sekian lama ga nulis jadi berasa bego banget mau ngetik apaan jadi ya langsung aja ya ke intinya. Gue butuh ide nih buat ngisi lagi blog yang sempet off luaaamaaaa bgt ini, bisa rekomendasiin apa gitu biar otak gue bisa jalan dikit, hahahahah. Gue tunggu ya gaes rekomendasinya (^_^)/

Oiya, karena sekarang kesibukan gue jadi IRT udh mulai agak selo jadi masih bisa lah ya disempetin nulis ala kadarnya disambi ngurus Balita, heuheuheu.

Jumat, 24 Juni 2016

DUNIAKU

Kukatakan sebelum kau terkejut,
Selamat datang pada duniaku.
Kukatakan sebelum kau mengeluh,
Selamat datang padaku yang aneh.

Bukan hanya kau yang tahu,
Mereka pun tahu,
Tahu bahwa aku aneh,
Tahu bahwa aku nyeleneh.

Tidak, aku bukan gila.
Aku hanya mengatur emosi,
Mengaturnya hingga kau percaya,
Bahwa aku tak pernah berduka.

Kamis, 28 April 2016

Me-Rindu

Kau tahu dari mana rindu tercipta?
Dari pandangan yang tertutup kabut.
Kau tahu dari mana rindu tercipta?
Dari perpisahan yang tak disebut.

Kau tahu tentang rindu?
Kadang terasa sesak, bukan?
Ya, begitulah.

Kau tahu bagaimana menghentikan rindu?
Duduklah bersamaku sekarang,
maka akan kupastikan tak ada rindu.

Kau tahu bagamaina menghentikan rindu?
Biarlah tersimpan rapi di hati tanpa ia tahu.

Aku Suka

Kau tau, aku suka hujan lebih dari apapun.
Kau tau, aku bahkan suka sesuatu yang begitu manis.
Kau tau, aku juga sangat suka balon.
Tapi kau tidak tau kalau aku begitu suka pedas.

Dari sekian banyak yang kau tahu,
Kau harus tahu juga bahwa aku suka kau.

Kusuka saat kau tersenyum.
Kusuka saat kau menggandeng tanganku.
Kusuka saat kau menatapku penuh harapan.
Bahkan kuselalu suka saat kau disampingku.

Minggu, 17 April 2016

Kita di Tahun 2005---- bagian 6: Farewell

Lanjut lagi cerita terakhir dari edisi ini, yang belum baca cerita sebelumnya boleh mampir lagi ke sini --> 

***

Entah aku harus mulai dari mana. Bagian ini begitu sulit kujelaskan. Terlalu banyak detail yang hampir tak bisa kutulis karena terlalu sesak. Dulu aku pernah berjanji untuk tidak ingin mengingat bagian ini. Baiklah, akan kuingkari dan kucoba mengingatnya lagi.

Kali ini kuceritakan bagian akhir dari perpisahan kita. Kau ingat? Saat akhirnya kita memutuskan untuk menjauh satu sama lain? Kau tau tidak kalau dadaku terasa sesak? Tidak, mana pernah kau tau.

Aku lupa kapan kejadian itu berlangsung, yang kutau kau sedang dekat dengan perempuan lain. Oh ya ampun, bukan, itu bahkan tidak menyakitiku. Karena yang benar-benar menyakitiku adalah kita berpisah tanpa bertemu dan bicara sepatah kata pun. Ya, hanya membiarkannya berlalu begitu saja.

Kutuliskan lagi kejadian saat itu, barangkali kau lupa dan tak ingin mengingatnya. Akan kuingatkan kembali.

Desas-desus kau bersama perempuan lain semakin sering kudengar. Dan dengan rasa percaya yang sangat tinggi, kuabaikan berita itu.

Semua berbeda saat temanmu menghubungi temanku, menyatakan bahwa kita telah berakhir. Tentu saja aku kaget mendengarnya dan mengiyakannya begitu saja. Beres. Namun sesak di dada. Dan saat itu alasanmu adalah orang tuaku dan karena aku tak bisa sering keluar bersamamu. Oh sayang, mungkin memang kita masih kekanakan saat itu. Tentu saja temanku sedikit marah saag mendengarnya dan menyalahkan perempuan yang dianggapnya menggodamu.

Bisa kau jelaskan lagi apa masalahmu yang sebenarnya saat itu? Kau tidak benar-benar ingin pergi kan?

Setelah kejadian itu, teman-teman mulai bertanya apa kau masih denganku? Apa aku masih denganmu? Mereka pikir kita bercanda saat memutuskan untuk berpisah. Kau tau, itu melelahkan saat harus mendengarnya. Kau lelah juga? Kurasa tidak, karena selang beberapa hari kau sudah dekat dengan yang lain.

Kurasa cerita ini sangat singkat. Ya memang begitu adanya. Tanpa kita sadari, kita semakin jauh jauh dan sangat jauh.
Kan kukatakan bahwa aku kehilangan sosokmu yang konyol dan serba tak tau malu itu. Kau bergerak sesuai kata hatimu. Dan terima kasih telah meninggalkan cerita yang cukup baik selama setengah tahun lebih bersamaku ditahun itu.

Bagaiman kabarmu? Kau sehat? Terakhir kali kau komen disalah satu foto socmedku dan bilang "kangen". Hahahaha. Yang kutau kau masih saja konyol seperti dulu.

Sampai disini kuceritakan tentang kita pada mereka. Kau ada tambahan mungkin setelah membacanya? Apa kau tersenyum kesal saat membaca bagian ini? Kuharap sih kau tidak membacanya. Hahaha.

*PS: terima kasih untuk yang sudah membaca cerita ini dari bagian 1 - bagian akhir. Haruskah kuceritakan juga kejadian setelah perpisahan? Kupikir ini sedikit lucu dan kekanakan. Haha.

Minggu, 20 Maret 2016

Tentang seorang gadis

Kuceritakan sedikit tentangnya di masa lalu. Tentang bagaimana ia terlihat begitu kuat dan tegar. Tentang bagaimana ia menjalani hidupnya tanpa terlihat sedih. Tentang bagaimana ia mencari keramaian dalam sepi yang dibuatnya. Ini tentang gadis yang terlihat sangat mandiri dan kuat. Seorang gadis yang selalu tersenyum tanpa beban. Seorang gadis yang mencoba memperjuangkan mimpi-mimpinya ditengah pertentangan antara logika dan imajinasi. 

Aku mencoba memahami gadis kecil itu sejak ia mengenakan berseragam putih merah. Rambutnya yang sangat lurus dan hitam benar-benar terlihat keren. Tidak, aku tidak sedang memuji, hanya memang begitu adanya. Yang kutahu, gadis kecil itu gemar sekali membaca dan menulis cerita. Ah ya, dongeng! Ia sangat suka dongeng, kau bisa tanya dongeng apa saja padanya. Bahkan sekelas dongeng rakyat juga dia tahu. 

Susah payah ia pernah menulis dongeng-dongeng khayalannya di sebuah buku tulis dan pada akhirnya buku itu lenyap, hilang setelah teman-teman sekelas mulai meminjamnya. Andai saja dulu ia sudah mahir mengoperasikan komputer, pasti akan ia tulis di sana dan menyimpannya di disket! Benar-benar tak bisa membayangkan dongeng apa yang dulu ditulis seorang gadis SD berumur 11 tahun. Rasanya aku akan tertawa kalau membacanya sekarang. 

Minggu, 06 Maret 2016

Kepada hati yang berbahagia

Kepada hati yang berbahagia, 
Dengan ini akan kusampaikan beberapa hal yang kurasa mengusik dan harus kuperjuangkan. Tentang mimpi, rindu, cemburu, dan jarak, bahkan usaha memantaskan diri yang hampir tak tersampaikan. 

Mimpi 

Tidak ada yang salah dengan mimpi kita. Semua berjalan sesuai keinginan tanpa sekat. Seolah bisa dilewati dengan mudah tanpa rintangan yang berarti. Dari awal pun kita sadar, mimpi ini bukan sekedar mimpi karena ia yang menyatukan kita. Walaupun terlihat seperti pembatas, tapi ini yang kita impikan; berlari bersama menggapai mimpi yang berbeda, kurasa cukup ketika kau menghiburku dari ujung suara disana saat aku menangis ketika terjatuh mengejar mimpi. Lukanya pun takkan terasa perih, akan berangsur pulih setelah kau katakan “Semangat, kau pasti bisa mengejarnya sampai akhir.” 

Rindu 

Kusampaikan rasa terima kasihku untuk rindu. Tanpanya aku takkan mengerti bagaimana rasanya sedih bercampur bahagia. Karena merindumu bukan hal mudah juga bukan hal yang terlalu buruk. Tapi kadang itu menyesakkan, rasanya paru-paru ini seperti enggan untuk bernafas. Dan kurasa ada yang salah juga dengan jantung ini, terasa penuh sesak hingga beberapa tetes air tak terasa menetes dari ujung mata. Rindu ini tercipta karena mimpi. Sesekali saat lelah berlari mengejar mimpi, aku berhenti untuk sekedar merindumu barang semenit. Rindu ini sesekali membuatku tersenyum kecil membayangkan beberapa kenangan saat bertemu yang sengaja kupersilakan mampir. Pertemuan bukan sebuah akhir untuk kita saat ini karena ia adalah sebuah penantian yang selalu terasa sedikit mendebarkan ketika dapat menggenggam tanganmu erat sambil tertawa sembari bercerita tentang mimpi kita. Sedangkan kukatakan perpisahan adalah awal dari semua rindu yang akan selalu ada mengisi hari-hari kita seusai pertemuan. 

Minggu, 14 Februari 2016

Kita di Tahun 2005---- bagian 5: Valentine Days

Kulanjutkan kembali cerita ini. Bagi kalian yang belum baca cerita sebelumnya, silakan mampir ke sini --> http://indytatiana.blogspot.com/2016/02/kita-di-tahun-2005-bagian-4-new-years.html

***
Kau masih ingat waktu ini? Berhenti tertawa sebelum aku mulai bercerita. Jangan kau memasang wajah menahan tawa seperti itu.

Oke, kali ini kubawa kau kembali untuk mengingat beberapa kisah masa lalu.
Valentine, its a romantic moment for young people, isnt? Kalian bisa nembak gebetan dengan cara yang nnnggg aku harus bilang cara yang cukup lebay dan konyol. Bertukar kado dengan pasangan juga tak luput dari keceriaan saat itu. Karena memang anak-anak muda pada masa itu masih suka sekali dengan hal-hal seperti itu, jadi ya harap maklum.

Kita juga tak mau kalah, kan? Makanya tanpa diminta pun kita sudah saling mempersiapkan segala sesuatunya. Actually, i dont know how to prepare a present for my boyfriend pada waktu itu. Hei, aku penasaran bagaimana kau mempersiapkan boneka dan coklat itu untukku? Apa kau bertanya pada teman-temanmu? 

Kita di Tahun 2005---- bagian 4: New Years 2005

Kali ini kuganti judul tahunnya menjadi 2005. Karena ini adalah masa-masa peralihan. Kalian belum baca cerita sebelumnya? Coba mampir ke sini --> http://indytatiana.blogspot.co.id/2016/02/kita-di-tahun-2004-bagian-3-bulan.html

***

Bagian ini adalah masa peralihan. Tahun penuh suka dan duka. Tentang bagaimana merelakan, dan menyadarkan diri bahwa yang kemarin hanyalah perasaan suka sesaat. Maafkan kalau pembukanya sedikit formal dan terdengar menyedihkan. Tapi memang begini adanya, bagaimana kita menjalani tahun 2005 dengan penuh perjuangan.

Rabu, 10 Februari 2016

Kita di Tahun 2004---- bagian 3: Bulan Ramadhan

Kalian belum baca kisah sebelumnya? Kalau sempat boleh mampir ke sini --> http://indytatiana.blogspot.co.id/2016/01/kita-di-tahun-2004-bagian-2-coklat.html

***

Kau ingat tidak saat kau diam-diam masuk Remaja Musholla di dekat komplek rumahku? Benar-benar anak nakal, hahaha. Kau membuat kedua orangtuaku khawatir saat itu. Khawatir kalau kau akan menculikku dari sana yang juga ikut kegiatannya kala itu :D

Masa-masa yang entah kenapa selalu kuingat jelas. Juga saat kau akhirnya merelakan waktumu untuk bangun pagi di hari minggu. Waktu itu pengajian dari sekolah memang rutin diadakan 2 minggu sekali. Kau yang tidak pernah hadir tiba-tiba saja menawariku untuk pulang bersama. Sempat terkejut karena kau mau ikut hal-hal seperti itu. Kau tau tidak kalau aku tersenyum kecil saat menulis ini? 

Kau mengantarku pulang jalan kaki, dan itu sangat jauuuuuh. Aku capek, kau juga kan? 
Kutanya, dimana motormu? Kau jawab, ada di rumah. Atau kadang kau jawab, sudah dibawa sama temanku. Alasan simpel yang kau buat agar bisa pulang bersamaku walau akhirnya kaki akan terasa pegal.

Sabtu, 23 Januari 2016

Kita di Tahun 2004---- bagian 2: Coklat & Ruang Kelas

Kau belum baca bagian 1? Coba mampirlah kalau sempat ke sini --> http://indytatiana.blogspot.co.id/2016/01/kita-di-tahun-2004-bagian-1-surat.html

***

Kali ini kutulis cerita kita sambil makan mie instan ditemani rintik hujan sambil mendengarkan lagu-lagu lawas kala itu. Kau ingat? Tentu saja tidak, karena kita bahkan tidak punya lagu favorit.

Baiklah, akan kumulai lagi, kau siap?

Saat itu, beberapa hari setelah kita memutuskan untuk menjalin cerita, kau sering datang membawakanku coklat. Tentu saja kau tidak memberikannya langsung padaku, kau titipkan coklat itu ke temanmu, kemudian temanmu menitipkannya lagi ke temanku, lalu berakhir sampai kepadaku. Kita masih aktif berkirim surat juga waktu itu.

Sabtu, 16 Januari 2016

Kita di Tahun 2004---- bagian 1: Surat

Akan kuceritakan sedikit tentang dia. Tentang bagaimana aku merasakan kehilangan, kekonyolan, hingga kebahagiaan yang tanpa sadar menemaniku hingga kini.
Ini bukan hanya tentang cinta, juga perasaan suka yang malu-malu.

Aku mulai dari sosoknya.
Dia bukan pangeran yang sangat tampan, bukan juga pria yang memiliki wibawa tinggi. Dia hanya bocah laki-laki biasa yang selalu tersenyum saat menatapku, yang selalu memperlihatkan lesung pipinya ketika aku menatapnya.

Masih kuingat dengan jelas bagaimana ia tersenyum menatapku saat itu, Kuingat juga saat teman-teman sekelas menggodaku dengannya. Begitu pun dengan teman-temannya yang menggodanya denganku. Entah, tapi kurasa ini aneh. Aku belum mengerti perasaan apa nanti yang akan aku rasakan.

***

Jumat, 01 Januari 2016

Selamat Datang, Kamu

Kamu memaksa masuk ke dalam hati.
Menerobos melalui sela-sela sepi.
Menebar rasa hangat tanpa ragu.
Merangkul semua asa dalam satu.

Sekuat hati menghindari,
tapi rasamu terlalu kuat.
Sekuat hati berlari,
tapi bayangmu semakin dekat.

Hingga akhirnya aku menyerah,
memilih untuk diam menikmati.
Terlalu berat bagiku nanti, 
mengertilah.

Kini kamu berjalan disampingku.
Tersenyum menggandeng harapan.
Dan saat itu kan kukatakan,
Selamat Datang, Kamu :)


Senin, 22 Desember 2014

Ingatan

Masih kuingat,
tatapan tajamnya membuat mata tertunduk,
wajah tegasnya membuat jantung berdebar,
keangkuhannya membuat ego tak berarti.

Selalu kuingat,
hentak langkahnya yang tanpa takut,
gaya bertuturnya bebas dan teratur,
serta pribadinya yang mudah membaur.

Rabu, 03 Desember 2014

Hilang

Langit sendu membayangi senyuman.
Riuh hujan membuyarkan lamunan.
Tak terasa waktu terus berjalan.
Hari demi hari tak pernah tertahan.

Derap langkah semakin pelan.
Tatapan mata pun semakin lemah.
Kami berjalan menjauh, menyerah,
meninggalkan kepingan harapan.

Semuanya pergi.
Senyuman pun hilang.
Semuanya pergi.
Dirimu pun hilang.

Sabtu, 05 April 2014

Tentang dia

Akan kuceritakan tentang dia.
Tentang petrichor dan percik hujan.
Tentang angin dan hawa dingin.
Juga tentang masa lalunya.

Dia bukan orang yang sempurna.
Bukan malaikat tanpa dosa.
Bukan mendung tanpa hujan.
Bukan benar tanpa kesalahan.

Kutahu hatinya sempat terluka,
mencintai yang tak sepantasnya.
Kutahu itu meninggalkan bekas,
seperti goresan angin pada kapas.

Tapi kubiarkan.

Kubiarkan hujan memeluknya,
agar dia tahu arti merindu.
Kubiarkan dingin menemaninya,
agar dia tahu arti cemburu.

Selalu kuingat.
Matanya yang datar saat tertawa.
Wanginya yang khas saat memeluk. Lengannya yang nyaman saat bersandar.
Dan khayalan gilanya saat berbincang.

Pada akhirnya,
aku tidak suka semua tentang dia.
Seperti membenci petir,
padahal sangat suka hujan.

Tapi,
Cinta.

Sabtu, 22 Februari 2014

Selamat jalan

Desahan angin yang melemah,
menyurutkan segala langkah.
Ratusan air yang mengguyur,
meninggalkan ribuan bilur.

Berita kepergianmu
membuat tangisku melamun.
Berita kepulanganmu
membuatku berkata, "tidak mungkin".

Aku bahkan belum mengenalmu,
tapi kau telah berlalu.
Aku bahkan belum tahu namamu,
tapi kau telah berlalu.

Terima kasih untukmu,
menjaganya tetap baik-baik saja.
Terima kasih untukmu,
mencintainya hingga akhir usia.

Tuhan tahu kau gadis baik.
Tuhan tahu kau gadis cantik.
Tuhan akan lebih dekat denganmu.
Tuhan akan selalu menjagamu.


Rest in Peace, kamu, gadis baik yang cantik :')

Jumat, 24 Januari 2014

Selamat malam

Selamat malam, malam.
Saat ini kamu begitu gelap,
mengingatkan tentang sesuatu yang kelam,
tentang sesuatu yang tak bersuara.

Selamat malam, angin.
Saat ini kamu bertiup pelan,
membuat kenangan lama menyergap,
membuat ruang jiwa terasa pengap.

Selamat malam, hujan.
Aku sedikit bahagia menyapamu.
Jangan menjadi basah tanpa kering,
atau menjadi kering tanpa basah.

Minggu, 22 Desember 2013

Selamat Hari Ibu :*

Awal Oktober kemarin Ibu datang jauh-jauh dari Serui (Papua) ke Demak (Jawa Tengah) buat jengukin si adek yang lagi sakit. FYI, adek gue ini baru masuk kuliah semester ini di Semarang. Doi home sick, kangen sama rumah, makanya kepikiran dan bikin badan ngedrop. Jelas aja si Ibu langsung kelabakan. Panik. 
Sebenernya Ibu sama Bapak lagi kerja di sana. Asalnya sih dari Demak. Ya tapi dari lahir sampe SMA, gue sama adek-adek gue udah hidup di Papua.Lama ya? Iya. Jadi sekarang jangan ditanya betapa kangennya gue sama Papua dan isinya.

Waktu Ibu sampe di Demak, si adek udah mulai baikan. Ibu baru dateng hari ini, eh besoknya si adek udah boleh pulang dari Rumah Sakit. Ajaib!

Karena adek mulai baikan, akhirnya gue sama Ibu jalan-jalan ke Semarang sama temen SMAnya. Refreshing coy. Setelah asik jalan-jalan, kita makaaaan. Lumayan, anak kos jadi bisa makan enak. Wakakaka~
Dan cuma ini foto-foto yang sempet dijepret :(

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...