Sabtu, 23 Januari 2016

Kita di Tahun 2004---- bagian 2: Coklat & Ruang Kelas

Kau belum baca bagian 1? Coba mampirlah kalau sempat ke sini --> http://indytatiana.blogspot.co.id/2016/01/kita-di-tahun-2004-bagian-1-surat.html

***

Kali ini kutulis cerita kita sambil makan mie instan ditemani rintik hujan sambil mendengarkan lagu-lagu lawas kala itu. Kau ingat? Tentu saja tidak, karena kita bahkan tidak punya lagu favorit.

Baiklah, akan kumulai lagi, kau siap?

Saat itu, beberapa hari setelah kita memutuskan untuk menjalin cerita, kau sering datang membawakanku coklat. Tentu saja kau tidak memberikannya langsung padaku, kau titipkan coklat itu ke temanmu, kemudian temanmu menitipkannya lagi ke temanku, lalu berakhir sampai kepadaku. Kita masih aktif berkirim surat juga waktu itu.

Sabtu, 16 Januari 2016

Kita di Tahun 2004---- bagian 1: Surat

Akan kuceritakan sedikit tentang dia. Tentang bagaimana aku merasakan kehilangan, kekonyolan, hingga kebahagiaan yang tanpa sadar menemaniku hingga kini.
Ini bukan hanya tentang cinta, juga perasaan suka yang malu-malu.

Aku mulai dari sosoknya.
Dia bukan pangeran yang sangat tampan, bukan juga pria yang memiliki wibawa tinggi. Dia hanya bocah laki-laki biasa yang selalu tersenyum saat menatapku, yang selalu memperlihatkan lesung pipinya ketika aku menatapnya.

Masih kuingat dengan jelas bagaimana ia tersenyum menatapku saat itu, Kuingat juga saat teman-teman sekelas menggodaku dengannya. Begitu pun dengan teman-temannya yang menggodanya denganku. Entah, tapi kurasa ini aneh. Aku belum mengerti perasaan apa nanti yang akan aku rasakan.

***

Jumat, 01 Januari 2016

Selamat Datang, Kamu

Kamu memaksa masuk ke dalam hati.
Menerobos melalui sela-sela sepi.
Menebar rasa hangat tanpa ragu.
Merangkul semua asa dalam satu.

Sekuat hati menghindari,
tapi rasamu terlalu kuat.
Sekuat hati berlari,
tapi bayangmu semakin dekat.

Hingga akhirnya aku menyerah,
memilih untuk diam menikmati.
Terlalu berat bagiku nanti, 
mengertilah.

Kini kamu berjalan disampingku.
Tersenyum menggandeng harapan.
Dan saat itu kan kukatakan,
Selamat Datang, Kamu :)


Minggu, 13 Desember 2015

Is it Karma? - part 2


Rahasia apa lagi yang akan kusimpan? Bersama dengannya saja membuatku tak nyaman. Secepatnya aku harus mengakhiri hubungan yang entah aku sendiri tak merasa bahagia.

"Kamu ngelamunin apa, sih?" 

"Eh, eenngg, anu, istirahatnya udah mau selesai." Kujawab pertanyaannya tanpa memcerna terlebih dahulu apa yang ditanyakan.

"Iya, aku tau kok.."

Kami terdiam selama 1 menit. Jangankan 1 menit, 30 detik saja sudah terasa lama buatku. Kenapa sih dia harus selalu datang ke kelasku saat istirahat? Mengganggu.

"Yaudah, aku balik ke kelas dulu ya. Nanti pulang sekolah ku tungguin di depan gerbang."

Kupaksakan senyumku mengembang dan mengangguk pelan sambil menatapnya hingga menghilang dari balik pintu kelas.

Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang

Uyeeee~ Ulalala~
yak, kali ini bakal cerita jalan-jalan yang tak di rencanakan bareng @si_wel ke Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang. Lokasinya di daerah Watugong (arah ke Ungaran), jalanannya rada nanjak gitu, berbukit, heheh. Perjalanannya sekitar 40menit dari pusat kota.

Siang itu matahari lagi panas-panasnya, tapi hasrat untuk menjelajah ke Vihara yang sangat fenomenal itu bener-bener matahin rasa males. Yah, secara seumur-umur numpang hidup di semarang baru kali ini ngunjungin ntu Vihara. Hahahahaha.

Oh iya, disini untuk tiket masuknya dibayar secara sukarela sama pengunjung. Jadi ga ada patokan yang pasti soal tarif tiket masuk.

Yak, kali ini gue ga bakal ngebahas cikal bakal berdirinya Vihara ini. Kita langsung aja tengok ke dalam ada apa aja.

Sama seperti fungsi Vihara yang lain, Vihara ini pun juga digunakan untuk tempat ibadah bagi umat Buddha. Saat masuk ke dalam wilayah Vihara bakal kecium bau dupa dimana-mana.

Ini Viharanya, ada patung dewa didalemnya.
Gue mau foto patung dewanya tapi ga sopan ya karena itu tempat iba
Tampak dari samping vihara, klo mau masuk kedalam harus lepas alas kaki ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...