Senin, 04 Februari 2013

Novel MADDAH - Risa Saraswati


MADDAH, buku kedua yang baru saja diterbitkan oleh teh RISA SARASWATI ini sedikit berbeda dengan buku pertamanya----DANUR. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan buku pertamanya. Dibuku kedua ini teh Risa masih bercerita mengenai kelima sahabatnya---Peter, William, Hans, Janshen, dan Hendrick. Juga bercerita tentang teman-temannya yang lain.

Janshen
Hendrick
Hans
William
Marianne & Loisa
Norma
Norah
Entah mengapa dibuku ini tidak ada gambar Peter---seorang diri, mungkin karena dia sudah sering muncul, ya mungkin.

Diawal pembukaan, Risa kembali menuliskan beberapa kejadian pada buku pertamanya. Mungkin ini dimaksudkan agar pembaca yang baru membaca bukunya ini dapat memahami cerita yang akan disampaikan. Petualangan Risa tidak hanya bersama kelima sahabatnya tersebut, ada 2 tokoh hantu baru yang juga akan mengisi hari-hari Risa. Marianne---hantu yang sembrono dan galak---didikan sang ayah yang keras dan ingatan masa lalunya menjadikan dia gadis yang penuh dengan amarah, bahkan sangat menyebalkan, Peter bersahabat dengannya dan mulai menjauhi sahabatnya yang lain. Dan Norma---hantu cantik dan santun---dia menyebabkan pertengkaran antara Will dan Hendrick. Serta Norah, seorang pengajar sekolah malam bagi mereka yang berkumpul di salah satu sekolah daerah Bandung. Setiap malam, Norah mengajarkan anak-anak itu cara membaca dan menghitung.

Di dalam buku ini juga dikisahkan beberapa cerita tentang “mereka” yang lain. Mereka ini beberapa hantu yang menghampiri hidup Risa dan bercerita mengenai kehidupan mereka yang bisa dijadikan pengalaman hidup. Adam dan Biyan, Canting, serta Aldira.

Adam dan Biyan adalah sepasang calon pengantin yang akan segera menikah, Tapi keinginan mereka terhenti saat mereka mengambil sepatu hitam milik Biyan yang akan dikenakan pada saat pernikahan. Takdir menggariskan hidup mereka berakhir, terjatuh ke sungai dan terseret arus. Namun, cinta mereka tetap bersama, tidak terpisah. Setelah kematian pun mereka tetap bersama. Inikah cinta yang abadi? Entahlah. 

CANTING
Canting, seorang penari. Meninggalkan pendidikan kuliah Farmasinya demi melanjutkan hobi menarinya. Dan jatuh cinta dengan pelatih tarinya---Farid. Semua berjalan tidak sesuai keinginannya. Ternyata Farid sudah menikah, tapi Canting masih terus mencintainya. Hingga akhirnya hubungan terlarang itu dilaporkan kepada kedua orangtuanya oleh sahabat baiknya sendiri. Canting diusir dari rumah, dia hidup disebuah kontrakan dengan Farid. Setelah desakan Canting yang terus-terusan ditujukan pada Farid, mereka pun menikah, disamping itu juga Canting telah hamil. Sayang, disaat Canting hamil, istri Farid mencium aroma perselingkuhan ini. Farid memutuskan meninggalkan Canting dan kembali pada keluarganya. Sedangkan Canting harus mengurus hidupnya dan janin tercintanya seorang diri. Dia meninggal saat melahirkan anaknya. Anak itu diberi nama Buih. Hingga kini, Canting terus berada didekat anaknya. Karena kisah ini, lagu ‘Air dan Buih – Sarasvati’ dapat tercipta.

DIGA & DIRA
Aldira, sebut saja namanya Dira. Seorang wanita tionghoa--kristen yang memiliki kekasih pria muslim---Diga. Perbedaan yang tak pernah bisa menyatu ini akhirnya dilepas begitu saja oleh Diga. Dira yang pada saat itu sedang melanjutkan kuliah di luar negeri, terpaksa bunuh diri saat mendengar kabar bahwa Diga telah menikah. Dan hingga saat ini, Diga belum mengetahui bahwa Dira telah tiada.

Risa juga mengalami kebingungan yang dahsyat tentang perpecahan yang terjadi pada kelima sahabatnya. Perasaan yang bercampur aduk menjadi satu menyita hati dan pikiran Risa. Tapi dengan niat tulus persahabatan, Risa akhirnya berhasil menyatukan kelima sahabatnya kembali.

Ah iya, aku hampir lupa dengan IVANNA. Hantu wanita ini adalah musuh besar ELIZABETH semasa hidupnya. Dengan kisah inilah lagu berjudul IVANNA tercipta oleh Risa.

Kehidupan ‘mereka’ sama persis dengan kehidupan manusia. Perasaan suka, marah, emosi, dan kesal masih dapat mereka rasakan. Rasa suka terhadap lawan jenis, rasa kesal karena diganggu, dan marah karena salah paham, semuanya dirangkum indah dalam PERSAHABATAN.

Buku yang sangat simple, sederhana sekali. Di penuhi dengan gambar pada setiap cerita yang tertulis, sehingga pembaca akan ikut dibawa masuk kedalam ceritanya. Tapi, sangat disayangkan dengan ukuran font yang ada dalam buku ini, sangat kecil sehingga membuat mataku yang minus dan silindris ini terasa begitu susah saat membacanya. Disamping itu juga font yang digunakan begitu bermacam-macam, sehingga menyusahkan pembaca untuk dapat membaca dengan baik. 

Bagaimana cara mendapatkan buku ini? 
Buku MADDAH tidak dijual bebas di toko buku seperti DANUR. Buku ini hanya dapat ditemui di OMUNIUUM. Bisa pesan online :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Abis blogwalking? Jangan lupa ninggalin jejak disini. Mari berbagi opini dan ilmu di comment box.
Semoga bermanfaat bagi yang membaca~ Salam kenal yaa :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...