Minggu, 14 Februari 2016

Kita di Tahun 2005---- bagian 5: Valentine Days

Kulanjutkan kembali cerita ini. Bagi kalian yang belum baca cerita sebelumnya, silakan mampir ke sini --> http://indytatiana.blogspot.com/2016/02/kita-di-tahun-2005-bagian-4-new-years.html

***
Kau masih ingat waktu ini? Berhenti tertawa sebelum aku mulai bercerita. Jangan kau memasang wajah menahan tawa seperti itu.

Oke, kali ini kubawa kau kembali untuk mengingat beberapa kisah masa lalu.
Valentine, its a romantic moment for young people, isnt? Kalian bisa nembak gebetan dengan cara yang nnnggg aku harus bilang cara yang cukup lebay dan konyol. Bertukar kado dengan pasangan juga tak luput dari keceriaan saat itu. Karena memang anak-anak muda pada masa itu masih suka sekali dengan hal-hal seperti itu, jadi ya harap maklum.

Kita juga tak mau kalah, kan? Makanya tanpa diminta pun kita sudah saling mempersiapkan segala sesuatunya. Actually, i dont know how to prepare a present for my boyfriend pada waktu itu. Hei, aku penasaran bagaimana kau mempersiapkan boneka dan coklat itu untukku? Apa kau bertanya pada teman-temanmu? 

Ah ya aku akan menyelanya sedikit, membawamu kembali di masa saat aku mencoba untuk membuat kue sederhana. Sebenarnya itu pelajaran bahasa indonesia, tapi tugasnya disuruh bikin resep kue karya sendiri dan tentu saja harus dengan hasilnya. Kubuka komik yang waktu itu judulnya apa ya, aku lupa, tapi isinya tentang food. Di akhir komiknya pasti ada nyempil resep-resep sederhana. Aku pun menirunya, heheheh. Itu cuma roti tawar yang disusun hingga 5 atau 6 lapis, disela-selanya diberi selai dan potongan buah cerry, kemudian ditutup dengan whipped cream dan dihias macam kue tart.
Kau cicipi tidak? Aku lupa, hahahah. Kau jawab ya kalau baca. 

Baiklah, biar kau saja yang menceritakan bagianmu. Kali ini akan kuceritakan bagaimana aku mempersiapkan semuanya untukmu.

Saat itu tanggal 13 Februari 2005, aku masih ingat dengan baik bagaimana aku kerepotan di dapur membuatkan brownies untukmu. Saat itu aku dan kedua temanku sedang asik membuat brownies untuk Valentine di dapur rumahku. Pertama kalinya aku membuat roti sendiri dan memanggangnya dengan perasaan was-was. Iya, aku takut kalo browniesnya tidak enak :(

Setelah akhirnya brownies itu matang, yang bisa kami lakukan hanya tersenyum sinis. Kampret. Kuenya jadi cekung gitu. Dengan susah payah kami mencari akal bagaimana agar browniesnya bisa keliatan lucu. Kami pun mulai membuat whipped cream secara manual, modal mentega putih dan gula pasir. Parahnya, waktu di mixer itu gula pasirnya tidak tercampur rata. Jadi masih terasa butiran-butirannya.

Eh, kau suka tidak kuenya? Waktu itu kau bilang enak, kan? Padahal rasanya nggak karuan? Kau habiskan tidak browniesnya? Hayo, ngaku!

Setelah selesai membuat kue, teman-temanku mulai mencari ide untuk kadonya. Aku bingung mau memberikanmu sebongkah batu atau paku? Hahaha. 
Kami pergi ke swalayan terdekat dari rumahku, mencari-cari kado yang pas untukmu. Hingga akhirnya pilihanku jatuh pada frame foto yang bentuknya seperti buku. Disisi kanannya ada jam dan disisi kirinya ada frame foto kosong. Kau masihingat tidak? Warnanya hijau, kan?

Waktu kita bertukar kado saat itu, kau membawa boneka beruang berukuran sedang dan berwarna pink. Hahahah. Kau tau tidak? Bonekanya masih ada dan kusimpan.
Ah ya kau ingat tidak dimana kita melakukan pertukaran kado yang konyol itu? Sepertinya di tengah lapangan sekolah? Oh bukan, mungkin di depan kelasku? Aku lupa lagi. Kau masih ingat? Ceritakan, nanti. Ya, nanti kalau kita bertemu lagi.

------------------------------ bagian 6: Farewell

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Abis blogwalking? Jangan lupa ninggalin jejak disini. Mari berbagi opini dan ilmu di comment box.
Semoga bermanfaat bagi yang membaca~ Salam kenal yaa :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...